NEWS

Vokalis Audioslave Tewas Gantung Diri


  May 19, 2017
Vokalis Audioslave dan Soundgarden, Chris Cornell dikabarkan meninggal dunia akibat gantung diri, Rabu (17/5/2017).

Melansir dari laman Telegraph, Cornell ditemukan tewas di dalam kamar mandi hotelnya di Detroit, pada Rabu malam setelah ia menggelar konser bersama Soundgarden.

Namun, Dan Donakowski, juru bicara kepolisian Detroit mengatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan pada tengah malam.

Melalui sumber loak, kematian pria 52 tahun ini karena kecurigaan sang istri yang menelepon ke salah satu teman keluarganya untuk memeriksa keadaan sang vokalis di kamarnya yang bertempat di MGM Grand Detroit.

Kecurigaan itu benar adanya, ketika para teman dekat keluarga memeriksa Cornell di kamar hotelnya, mereka mendapati pintu kamar terkunci dan tidak ada respon dari dalam.

Polisi Pastikan Dosen ITB Suryo Utomo Mati Bunuh Diri: Ada Sayatan di Tangan

Sehingga teman dekat keluarga itu mendobrak pintu kamar hotel Cornell lalu menemukan ia sudah tewas di dalam kamar mandi.

Pada lehernya juga ditemukan sebuah benda yang diduga digunakan sebagai ‘alat’ Cornell untuk melakukan bunuh diri.

Tentunya, kabar kepergian Cornell ini menggegerkan seluruh dunia terutama para penggemarnya.

Karena beberapa jam sebelum kematiannya, Cornell masih sempat berkicau di akun Twitter pribadinya untuk mengabarkan pesan gembira tentang tiket konsernya yang terjual habis.

Diketahui saat itu Soundgarden sedang menggelar tur konser di Amerika Serikat yang dijadwalkan akan berlangsung hingga 27 Mei 2017.

Juru bicara kepolisian Michael Woody sebelumnya mengatakan kepada The Associated Press bahwa polisi sedang menyelidiki kematian tersebut sebagai kemungkinan bunuh diri.

Tanpa memberikan rincian, dia mencatat ada hal-hal mendasar yang diamati di tempat kejadian.

Band ini pun juga menyampaikan ungkapan duka citanya melalui kicauan yang diunggah pada Rabu (17/5/2017).

Ungkapan duka citanya tersebut dilampirkan dengan video lawas kebersamaan para anggota band tersebut.

““What I look forward to the most…is the camaraderie. It’s what we missed when we weren’t a band.” – @chriscornell,”  (
Apa yang saya paling harapkan … adalah persahabatan. Itulah yang kami lewatkan saat kami bukan band), tulis Soundgarden pada keterangan video-nya.

Pesan untuk para penggemarnya di konser terakhirnya

Diketahui, sebelum meninggal Cornell menggelar konser bersama band-nya, Soundgarden.

Saat ia selesai menyanyikan lagu terakhirnya malam itu, Cornell sempat berteriak ‘I love you’ kepada para fans-nya yang hadir di Teater Fox Motor City malam itu.

Saat bernyanyi pun semuanya masih terlihat biasa-biasa saja dan tidak ada indikasi bahwa Cornell akan meninggal beberapa jam setelah konser tersebut.

Cornell menutup konsernya dengan lagu milik Soundgarden yang berjudul ‘Slaves & Bulldozer’.

Banyak fans yang mengabadikan penampilan Cornell malam tersebut dalam bentuk video dan diunggah di media sosial.

Tentang Chris Cornell dan band-nya

Cornell memiliki riwayat kecanduan obat-obatan telarang dan pecandu alkohol.

Melansir dari The Guardian, ia mulai melakukan rehab pada tahun 2003 dan menjadi sadar.

Ia mengaku suka ketika dirinya direhab, karena rehab itu sama menariknya seperti bersekolah. Cornell yang saat itu berusia 38 tahun seperti belajar kembali.

Ia juga mengaku sebelum naik ke atas panggung, ia menyempatkan diri untuk minum alkohol dulu, saat itu bukanlah masalah yang besar baginya.

Namun, setelah melakukan rehab, ia harus menghentikan kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih menyehatkan seperti bersepeda bersama teman-temannya dan lebih banyak meminum air putih.

Ia merasa menjadi lebih dewasa setelah masa-masa rehab tersebut dan menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab yang besar.

Pada tahun 2012, ia dan istrinya, Vicky membangun sebuah yayasan yang bekerja untuk memerhatikan anak-anak rentan yang menghadapi kemiskinan dan tunawisma.

Pasangan itu memiliki dua anak, Toni dan Christopher Nicholas.

Cornell juga memiliki seorang putri dengan istri pertama dan mantan manajer Susan Silver.

Sementara soal band-nya, Soundgarden yang dibentuk pada tahun 1984 adalah bagian dari aliran grunge Pacific Northwestern pada akhir 1980an dan awal 1990an, muncul bersamaan dengan band-band seperti Nirvana dan Pearl Jam.

Ngeri Abis! 5 Negara dengan Tingkat Bunuh Diri Tertinggi di Dunia

Cornell merekam album 1991 terakhir dengan judul ‘Temple of the Dog’.

Seperti Nirvana, Soundgarden pertama kali masuk ke label indie Sub Pop dengan single seperti ‘Black Hole Sun’.

Pada tahun 1997, mereka pecah karena perselisihan internal akan arah kreatifitas mereka untuk berkarya.

Setelah bertahun-tahun terpisah dan masing-masing bekerja untuk proyek-proyek musik yang berbeda.

Pada tahun 2010 mereka bergabung kembali dan album studio keenam mereka, King Animal dirilis pada tahun 2012.

Pada tahun 2001, Cornell sempat bergabung dengan Audioslave, sebuah kelompok supergroup yang anggotanya mencakup Tom Morello yang juga mantan anggota band Rage Against The Machine, Brad Wilk dan Tim Commerford. Band ini merilis tiga album dalam enam tahun.

Cornell juga berkolaborasi dengan anggota dari apa yang akan menjadi Pearl Jam untuk membentuk Temple Of The Dog, yang menghasilkan album self-titled pada tahun 1991 sebagai penghormatan kepada teman Andrew Wood, mantan pentolan Mother Love Bone.

sumber : Tribun News

penulis : Aldo

Berita Satu Plaza, Floors.10, Jl. Gatot Subroto 35-36, Jakarta Selatan 12250

CONTACTUS@HOLIDAYONAIR.COM

+6281 212 332 141