HOLIFACT

Beda Dari Yang Lain, Bocah Ini Ingin PUBG Di Blok Di Negaranya Berasal!


  February 6, 2019

Pro-kontra terhadap dampak Esports masih terus muncul  di berbagai negara, khususnya India. Beberapa orang tua di Negara tertentu, masih menanggapi bahwa game/esports merupakan salah satu perusak anak bangsa. Padahal, esports di Asia merupakan salah satu cabang olah raga populer saat ini, yang banyak menguntungkan bagi para atlit itu sendiri, seperti halnya atlit-atlit cabang lain.

Kabar mengejutkan datang dari India, seorang bocah di bawah umur yang merasa peduli terhadap masa depan anak-anak seumurannya.

Melansir esports.id,  Ahad Nizam (11) mengklaim bahwa PUBG Mobile mengajarkan bentuk kekerasan, kejahatan, dan cyber bullying, tiga alasan tersebut dituliskan dalam public interest litigation yang kemudian diajukan ke pengadilan Bombay High Court dengan bantuan ibunya yang juga seorang advokat.

Sebelumnya, Nizam juga sudah pernah mengirimkan surat secara langsung ke pemerintah Maharashtra pada 25 Januari silam untuk meminta secara langsung kepada mereka melakukan banned terhadap PUBG Mobile.

Dalam surat yang dituliskan oleh Nizam, siswa kelas 6 sekolah dasar Arya Vidya Mandir, dirinya mengatakan telah mencoba bermain PUBG Mobile selama beberapa hari sebelum memutuskan untuk berhenti karena merasa gim tersebut memberikan efek negatif kepadanya. Alasan itulah yang membuat dirinya memutuskan untuk mengirimkan surat ke pemerintah secara langsung.

Beda Dari Yang Lain, Bocah Ini Ingin PUBG Di Blok Di Negaranya Berasal!

Surat-surat tersebut dikirimkannya kepada Maharashtra Chief Minister Devendra Fadnavis, Education Minister Vinod Tawde, Home Minister Ravi Shankar, City Police Commissioner Subodh Jaiswal. Serta dirinya juga mencoba mengirimkan surat ke Microsoft Corporation India dan the Medical Council of India.

Penulis Editor : Koco

Sumber : Esports.id

Berita Satu Plaza, Floors.10, Jl. Gatot Subroto 35-36, Jakarta Selatan 12250

CONTACTUS@HOLIDAYONAIR.COM

+6281 212 332 141