HOLIFACT

Peminat Game PUBG di Luar Asia Semakin Menurun! Apakah Penyebabnya?


  January 9, 2019

Game Battle Royale terpopuler, PUBG, semakin diminati di Asia yang hari ke hari semakin banyak player baru yang memainkan game ini. Selain mudah dimengerti, game ini tidak perlu mengeluarkan uang untuk menang atau yang biasa dikenal dengan Pay to Win.

Yang mengherankan, ternyata PUBG semakin lama kehilangan peminatnya di luar Asia yang belum kalian ketahui apa sebabnya. Beberapa tim di luar sana resmi menutup divisi PUBG, dengan berbagai alasan. Mengapa Demikian?

Dilansir dari esports.id, Paling anyar tentunya adalah tim asal Seattle, Amerika Serikat, Excelerate Gaming.  Pembubaran roster mereka berselang tak jauh dari National PUBG League yang direncanakan kick off bulan ini. Kejadian ini menyusul keputusan dari dua organisasi ternama lainnya di Amerika Serikat, yakni Optic Gaming dan Evil Geniuses yang sudah lebih dulu “mematikan” divisi PUBG mereka.

https://twitter.com/ExcelerateGG/status/1080842142023585794/photo/1

Optic telah resmi meniadakan divisi PUBG sejak Desember 2018 lalu karena ragu atas masa depan PUBG sebagai esports.

“Kabar bahwa National PUBG League akan bergulir pada bulan mendatang, itu mengharuskan kita fokus pada titel tersebut dan arah yang dituju pada masa depan, membuat kami mempertanyakan keyakinan kami atas game tersebut sebagai sebuah kompetisi, sekaligus juga format dan struktur liga itu sendiri.” ucap Sang CEO, Hector “H3CZ” Rodriguez.

Peminat Game PUBG di Luar Asia Semakin Menurun! Apakah Penyebabnya

Hector merasa PUBG akan berakhir seperti H1Z1 yang gagal menjadi sebuah esports karena minim minat dan profesionalisme. Hal yang sejatinya tidak menjadi masalah karena PUBG sangat populer. Namun, PUBG juga membutuhkan banyak sumber daya misalnya untuk menghelat turnamen LAN, atau secara genre sendiri PUBG tidak sepenuhnya berbicara skill.

Ada hal random dan keberuntungan yang bermain seperti faktor respawn senjata yang selalu berbeda di tiap pertandingan. Hal ini secara tolak ukur esports yang harus adil antar pemain seakan tidak diindahkan sehingga bisa jadi tim tertentu memiliki persenjataan lebih baik di awal, dan pertandingan pun jadi berat sebelah sejak permainan dimulai.

Meski, tentu saja, skill menembak secara akurat adalah sesuatu yang bisa diadu dan dilatih, namun selama faktor luck mempengaruhi jlalannya pertandingan, maka banyak investor yang tidak yakin untuk bertaruh di genre battle royale. Berbeda dengan genre shooter biasa seperti CS:GO atau mungkin Overwatch yang tiap map bisa dipelajari, tim selalu mulai di tempat yang sama dan memiliki persenjataan yang berbeda tergantung situasi serta kondisi akibat permainan, bukan karena muncul begitu saja.

Apakah akan terjadi di Asia khususnya Indonesia? Jangan khawatir, terbukti bahwa gamer Indonesia kini lebih meminati game battle royale PUBG versi Mobile yang kini kian diminati.

Penulis Editor : KOCO

SUMBER : Esports.id

Berita Satu Plaza, Floors.10, Jl. Gatot Subroto 35-36, Jakarta Selatan 12250

CONTACTUS@HOLIDAYONAIR.COM

+6281 212 332 141