HOLIFACT

Ratusan Musisi Indonesia Menolak RUU Permusikan Yang Dapat Merepresi Musisi Lokal


  February 8, 2019

Belum adanya kepastian tentang RUU Permusikan, namun RUU Permusikan ini sendiri sudah termasuk dalam program Legislasi Nasional 2019.

Rancangan Undang-Undang ini menuai banyak kritikan dengan adanya pasal karet yang akan membatasi kebebasan kreasi dan ekpresi komunitas musik di Indonesia.

RUU Permusikan ini memiliki banyak masalah di 19 pasal  yakni 4, 5, 7, 10, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 20, 21, 31, 32, 33, 42, 49, 50, dan 51.

Ratusan musisi lokal menolak RUU Permusikan dan telah melakukan banyak kritik di media sosial. Seperti salah satunya musisi indie wanita nyentrik, Danilla Riyadi.

Menurut Danilla Riyadi dan musisi indie lainnya,  ada sekitar 19 pasal RUU Permusikan yang bermasalah, mulai dari redaksional atau bunyi pasal, ketidakjelasan mengenai siapa dan apa yang diatur dan persoalan mendasar atas jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusik.

Bukan hanya mengkritik, Danilla pun membuat petisi lewat akun twitter-nya yang berisik penolakan RUU Permusikan ini.

Selain itu, mantan vokalis Nidji yang kini terjun ke dunia politik, Giring, buka suara soal RUU Permusikan yang saat ini menuai kontroversi. Ia mengatakan bahwa RUU Permusikan itu dirancang oleh orang-orang yang tidak mengerti musik.

Kebisingan pro-kontra RUU Permusikan ini menarik perhatian Profesor musik Amerika Serikat, Jeremy Wallach.

Jeremy Wallach, seketikan mengirimkan sebuah tautan lewat media sosial chat Whats App kepada Tribunnews.com.

Pada link tersebut muncul petisi yang berisi penolakan Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

Bagi yang belum tahu siapa itu Jeremy Wallach, ia merupakan seorang professor musik yang meneliti musik dangdut Indonesia dan musik underground. Ia datang ke Indonesia pada 1997 hingga tahun 2001, perihal meneliti musik Dangdut dan Underground.

Ratusan Musisi Indonesia Menolak RUU Permusikan Yang Dapat Merepresi Musisi Lokal (2)Photo: ist/jeremywallach.com

Dengan ini, Jeremy Wallach membuktikan memberi dukungan kuat bagi musisi Indonesia untuk menolak RUU Permusikan yang dapat mengekang kebebasan dalam bermusik.

Bagaimana menurut Holiers? Apakah RUU ini sangat ‘membunuh’ kebebasan dalam bermusik?

Penulis : Koco

Berita Satu Plaza, Floors.10, Jl. Gatot Subroto 35-36, Jakarta Selatan 12250

CONTACTUS@HOLIDAYONAIR.COM

+6281 212 332 141